Banner Jual/Beli Dollar "Klik Disini"

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

OBJEK WISATA SIMALUNGUN

1. Wisata Dolog Tinggi


Dolok Tinggi Raja Dalam rangka mengenalkan berbagai objek wisata di Kabupaten Simalungun, Dinas Pariwisata Seni dan Budaya tidak henti-hentinya melakukan berbagai sosialisasi. Langkah tersebut dilakukan agar berbagai objek wisata yang ada selalu dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara serta untuk tetap melestarikan objek wisata tersebut.
Salah satu program atau rencana Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Simalungun yang mengikutsertakan peran serta biro perjalanan, mempromosikan berbagai objek wisata. Salah satunya objek wisata pemandian air panas Tinggi Raja. Lokasi pemandian sangat asri konon menyimpan segudang cerita klasik, apalagi dibungkus mitos cerita legenda.

Pemandian air panas Tinggi Raja terletak di Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun. Jarak tempuh dari kota Pematangsiantar lebih kurang 121 km berbatasan dengan Kabupaten Serdang Bedagai. Objek wisata Tinggi Raja termasuk kawasan cagar alam dengan luas areal lebih kurang 167 Ha.
Dengan menelusuri jalan setapak, kita tiba di objek wisata pemandian air panas Tinggi Raja. Mencermati alam sekitar memang lingkungan pemandian menyiratkan keasrian. Ragam tetumbuhan termasuk pohon-pohon langka diteduhi dedaunan warna hijau lebat membuat mata sejuk memandang. Konon menurut cerita warga, di lokasi pemandian tersebut terdapat bunga yang bernama tinggi raja. Bunga yang disebut-sebut dapat memberi “keuntungan” bagi pengunjung, bila dipetik dari batangnya. Para pengunjung kerap membawa oleh-oleh bunga tersebut bilamana mereka datang ke objek wisata tersebut. , objek wisata pemandian air panas Tinggi raja banyak didatangi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Mitos historis Dolok tinggi Raja
Dahulu, Dolok Tinggi Raja atau yang sekarang ini dikenal masyarakat objek wisata pemandian air panas Tinggi Rajam, dihuni oleh penduduk dan punya legenda menarik untuk disimak. Kawasan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang mempunyai ratusan jabalon (pelayan perempuan dan laki-laki).
Sang raja memiliki seorang putri yang cantik. Karena cantiknya sang putri tidak diijinkan untuk bersosialisasi dengan orang lain kecuali dengan pelayan. Putri tersebut adalah anak yang manja, apapun yang diminta pasti dikabulkan oleh orangtuanya. Ketika musim tanam tiba, sudah menjadi kebiasaan bagi raja dan pelayan-pelayannya menghabiskan waktu untuk menanam padi.


Mereka bekerja pada sore hari dan mengadakan pesta. Saat pesta, mereka dapat bernyanyi dan menari bersama gadis-gadis cantik di desa. Sementara putri raja tersebut hanya dapat tinggal di istana dengan nenek dan pelayannya. Dia dikurung selama dua hari dan merasa kesepian sambil terus menangis.
Kemudian sang putri melepaskan seekor burung dari kandang dan menulis pesan pada ayahnya dan meletakkan surat tersebut pada salah satu kaki burung. Meski kesepian neneknya berusaha menghibur dan menyuruh pelayan membuat suatu pesta besar dan mengundang semua pemuda desa. Mereka semua sangat senang, bernyanyi, menari bersama.





Pada pagi harinya sebelum menanam padi (matidah) raja menyuruh pelayan-pelayannya menyediakan makanan untuk ibunya. Raja sendiri memilih daging tersebut dan membungkusnya karena dia tahu daging adalah makanan kesukaan ibunya. Kemudian beberapa pelayan (jabolon) meninggalkan istana. Dalam perjalanan mereka membuka bungkusan dari raja yang akan diberikan kepada ibunya.

Lalu pelayan tersebut memakan semua makanan dan membungkus sisanya untuk diberikan kepada putri raja dan neneknya. Ketika para pelayan tiba sang nenek sangat senang menyambut para pelayan sambil membuka bungkusan. Sayangnya saat dibuka isi bungkusan ternyata tinggal tulang-tulang (holi-holi).

Sang nenek dan putri raja merasa terpukul. Mereka tidak menduga bahwa raja sanggup memberikan penghinaan yang sedemikian besar. Meliht kejadian para dayang-dayang diam terpaku terbawa arus perasaan dan pikiran masing-masing disertai deraian air mata.

 


Akhirnya sang nenek bersama cucunya dn para tamu istana mengajak bernyanyi seolah-olah bergembira menerima kiriman dari raja. Pesta semakin meriah dan tidak terkendali. Sang putri merasa bebas menari berganti-ganti dengan setiap pemuda yang mulai brutal dan berpelukan. Saat bernyanyi tanpa diiringi musik diikuti oleh gerakan-gerakan aneh dengan syair lagu yang monoton, “manong-nong Tinggi Raja (tenggelam tinggi raja)” yang diulang berkali-kali dan diikuti oleh seluruh dayang-dayang dan pemuda serta kucing-kucing istana.

Sambil bernyanyi sang putri berteriak-teriak menyumpahi dan mengutuk sang raja. Kegiatan aneh ini berlangsung sepanjang malam tanpa mereka sadari menjelang dini hari di sekitar istana bermunculan mata air panas dan belerang yang sangat banyak. Akhirnya istana beserta seluruh penghuninya tenggelam ke kolam air panas dan belerang.
 Sementara raja dan permaisuri serta seluruh rakyat masih melanjutkan kegiatan bertanam. Pada saat istirahat, sang raja dikagetkan dengan kicauan seeokor burung yang sangat dia kenal suaranya yang mendirikan bulu roma sang raja. Dengan serta merta sang raja memerintahkan untuk pulang. Setelah sampai di kawasan istana, sang raja terkejut melihat istananya lenyap. Yang ada hanya lautan air panas dan belerang.

Sang raja bersama ke permaisurinya pun berusaha menemukan sang putri dan ibunda tercinta. Dengan masuk ke dalam air panas dan belerang akhirnya sang bbbraja dan permaisuri serta pengawal akhirnya turut lenyap di dalam air panas tersebut.

2. Dolok Simarsolpah 

Lokasi dolok Simasolpah ini berada tepat di dusun Durian Baggal, Desa Sindaraya, Kecamatan Raya Kahaean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Jika berangkat dari Pematang Raya memakan waktu kurang lebih 45 menit, jika dari Tebing Tinggi akan memakan waktu kurang lebih 1.5 jam perjalanan dengan bus.

  

 Dolok Simarsolpa terletak di pinggir perkebunan kelapa sawit, dulu nya kebun jeruk, tapi sekarang udah di rombak jadi perkebunan kelapa sawit, tepat di belakang rumah Pak Wir, seorang lelaki berkelahiran Solo, Jawa Tengah, yang telah puluhan tahun menetap di dusun ini. Di rumah Pak Wir biasanya para pemanjat yang ingin menaklukkan tebing Simarsolpa menginap. Rumah kayu yang berlantai tanah ini sering disulap menjadi base camp yang ramai oleh pemanjat
Terbing Terjal Simarsolpah
Di sisi timur Dolok Simarsolpa terletak tebing terjal vertikal setinggi 250 meter. Tebing yang dikelilingi Bukit Barisan ini kerap menjadi incaran pemanjat tebing yang berkunjung ke Sumatera Utara. Bagian bawah tebing berlumut dan licin karena tertutup pepohonan lebat. Cacat tebingnya bervariasi, dari cerukan panjang mirip talang air sampai beberapa crack (rekahan). Pengaman yang banyak digunakan terutama sisip pegas (friend) dan beberapa buah piton (paku tebing). Juga terdapat banger pada tiap pitch (titik perhentian sementara). Di bagian tengah terdapat tiga buah gua kecil yang cocok untuk menginap jika menggunakan pemanjatan alpine. Puncak tebing berupa hutan lebat yang didominasi tumbuhan bambu. Secara keseluruhan grade (tingkat kesulitan) rute pemanjatan di Dolok Simarsolpa adalah 5.8 menurut versi Amerika.
   

Tebing Simarsolpah
Apabila anda sudah sampai di pitch 5 maka anda dapat leluasa melihat puncak tebing yang jaraknya hanya sekitar 40 meter. Bentuk permukaannya bervariasi, dari vertical (tegak lurus 90°), overhang (menggantung) dan slab (kemiringan 70°-80°). Titik overhang ini yang biasanya sulit dilalui. Namun, asal punya sedikit nyali semua jadi diatasi.

Terlepas dari tinggi atau rendahnya tingkat kesulitan tebing Simarsolpa, pemanjatan di sana sungguh menawarkan cerita tersendiri

yang mungkin tidak akan didapat di tebing lain. Saat kita ada di ketinggian, digoda buaian angin, atau di saat otot tak kunjung diam gemetar melawan rasa gamang, gerombolan burung rangkong dan elang hitam kerap terbang tak jauh dari tempat kita menggantung, seolah ikut memberi spirit. Tentu, kehadiran mereka menjadi teman yang sanggup mengusir rasa sepi di ketinggian dan memperkuat rasa kedekatan dengan alam. Di sana juga masih ada kambing gunung, yang oleh penduduk lokal disebut bidar atau kambing tere. Sementara puluhan spesies kupu-kupu dengan corak warna menarik, beterbangan di sekitar tebing.

Boleh dibilang, potensi kawasan tebing Simarsolpa belum diberdayakan dengan baik, bahkan kini cenderung terancam. Padahal

jika dikelola dengan konsep dan pelaksanaan pengembangan wisata yang baik, bukan mustahil tebing ini bisa dijadikan kawasan ekoturisme dengan mengemas rock climbing dan hill walking menjadi komoditas.
Tebing Phuket di Thailand, mungkin bisa dijadikan sebagai pembanding. Jika tebing Phuket didukung keindahan laut, Simarsolpa didukung keanekaragaman hayati. Kawasan ini juga amat memungkinkan dijadikan konservasi yang berguna bagi keseimbangan alam dan ilmu pengetahuan. Sayang, satwa dan vegetasi yang belum terdata itu keburu nyaris habis. Seiring ganasnya penyulapan hutan negara di sekitar tebing menjadi kebon sawit. Dan suara siamang pun terdengar makin jauh.
Bagaimanapun tebing Simarsolpa merupakan salah satu aset Kabupaten Simalungun. Artinya, tebing dan kawasan sekitarnya seharusnya tetap dijaga, baik oleh masyarakat setempat maupun pemerintah daerah. Masih ada peluang untuk mengemas kawasan ini menjadi daerah bernilai tinggi, dan tetap lestari. Memberdayakannya bukan berarti harus menghancurkannya. Dengan demikian, kita masih memberi peluang para pengganti nanti untuk turut merasakan geletar tubuh yang nyata saat merayapi dinding timur Simarsolpa.
3. Rumah Bolon
 Rumah Bolon Pematang Purba terletak 54 km dari Pematangsintar, merupakan istana peninggalan Kerajaan Purba yang dibangun pada tahun 1864 oleh Raja Purba ke XII Tuan Rahalim. Terbuat dari kayu keras dengan dinding papan yang unik serta ditopang oleh 20 tiang penyangga. Rumah ini dibangun dengan arsitektur tradisional tanpa mempergunakan paku.
Beberapa bangunan di sekitar Rumah Bolon terdiri dari 8 tipe yang memiliki fungsi tersendiri di antaranya adalah: Rumah Bolon yang berfungsi sebagai bangunan induk tempat raja dan keluarganya tinggal; Balei Bolon, tempat mengadakan rapat, Jambur sebagai para tamu menginap; Patanggan Sada, bangunan tempat permaisuri bertenun; Losung adalah tempat wanita menumbuk padi; Uttei Jungga, tempat tinggal panglima dan keluarganya, dan Balei Buttu, tempat para penjaga istana.
Raja Purba adalah seorang raja yang sangat terkenal pada zamannya, memiliki 24 istri dan salah satu di antaranya diangkat menjadi istri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jual/Beli Liberty dan Paypal Indonesia"Klik Disini"

jual beli liberty reserve, jual beli paypal

GET DISCOUNT PRICES HERE!